Selama Januari sampai Senin (24/5/2021) sebanyak 11 konflik dan pada 2020 sebanyak 13 konflik manusia dan satwa berupa harimau, beruang madu, buaya dan harimau dahan, sehingga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Sumatera Barat melalui Resor kabupaten Agam, mendorong pemerintah untuk membentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pelestarian Satwa akibat konflik manusia dengan satwa liar cukup tinggi didaerah itu.

Hal itu disampaikan Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam kabupaten Agam, Ade Putra saat melakukan lawatan silaturahmi di ruangan kerja Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, SH yang disambut langsung Wabup, Senin (24/5/2021).

Ade Putra menambahkan, dasar lainnya berupa semakin menjepitnya habitat populasi satwa yang berada diluar kawasan konservasi.

Dengan kondisi itu, perlu adanya regulasi yang jelas dengan tujuan untuk melindungi satwa beserta habitatnya.

Selain itu sebagai mitigasi pencegahan terjadinya konflik antara manusia dengan satwa liar dan terlibatnya peran serta Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap konflik.

“Pemda terlibat langsung saat konflik manusia dengan satwa,” jelasnya.

Ia mengakui, di Sumbar belum ada kabupaten dan kota memiliki Perda tentang Perlindungan dan Pelestarian Satwa.

Sedangkan didaerah lain sudah memiliki Perda itu seperti, Kabupaten Jombang, Temanggung dan Surabaya.

Sementara itu Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri mendukung lahirnya Perda tersebut dalam mengantisipasi konflik antara manusia dan satwa, karena daerah itu berada dikawasan hutan cagar alam dan muara yang banyak dihuni satwa liar.

Namun pihaknya berharap BKSDA untuk menyurati Pemkab Agam dan DPRD dalam membentuk Perda.

“Saya sangat medukung Perda itu dalam mengantisipasi konflik antara manusia dan satwa,” ujarnya.



Informasi Serta Merta Lainnya

  • 01 Juni 2020

Surat Edaran Bupati Agam Nomor 823/Perindagkopukm/S.1/VI/2020 Tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Agam

Selengkapnya