A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: image

Filename: views/template_front.php

Line Number: 51

Backtrace:

File: /home/ppid/public_html/application/views/template_front.php
Line: 51
Function: _error_handler

File: /home/ppid/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/ppid/public_html/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/ppid/public_html/application/controllers/Frontend.php
Line: 59
Function: view

File: /home/ppid/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

" />

Mewujudkan ‘zero’ maksiat di Nagari Bayua menjadi target bagi niniak mamak dan tokoh masyarakat serta wujudkan sinergitas antara lembaga Nagari Bayua dengan Pemerintah Kabupaten Agam.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, SH saat menghadiri kegiatan ramah tamah bersama seluruh lembaga yang ada di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (20/3/2021) bertempat di di halaman kantor Walinagari Bayua.

Wabup Agam menambahkan, pertemuan silaturahmi dari seluruh elemen dan lembaga masyarakat, diharapkan bisa melahirkan banyak hal yang nantinya bisa memberi manfaat bagi kepentingan Nagari. Karena, menurutnya ketika Nagari Bayua memberikan kontribusi besar dalam pencapaian tujuan Pemerintah Kabupaten Agam, tentu hal ini akan mendapatkan nikmat luar biasa secara menyeluruh.

“Jadi, disaat berdiskusi dengan jajaran lembaga tadi, kita membicarakan tentang banyak hal yang ada di Nagari Bayua. Khususnya persoalan bagaimana nilai-nilai adat, budaya, dan agama bisa dipertahankan, sehingga bisa membuat Nagari Bayua lebih baik lagi kedepannya,” ujar Irwan Fikr.

Sementar itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bayua, Dt Sinaro mengatakan, pihaknya berencana akan melanjutkan kegiatan silaturahmi ini bersama Wakil Bupati Agam sekaligus membicarakan persoalan perbuatan maksiat di Nagari Bayua.

Disamping itu, ia menilai bahwa kondisi anak kemenakan di Nagari Bayua saat ini tengah kecanduan menggunakan gadget, yang dapat merusak kesehatan fisik dan moralnya. Apalagi yang dilihat pada gadget itu bertentangan dengan ajaran agama Islam dan adat Minangkabau.

“Nah, untuk mengatasi hal itu kita akan menambah pendidikan dan pemahaman tentang adat kepada mereka. Karena rencana itu telah masuk didalam program kami di KAN maupun lembaga lain yang ada di Nagari Bayua,” jelas Dt Sinaro.

Dt Sinaro berharap, perbuatan maksiat yang dilarang oleh agama itu segera dihabiskan sehingga ke depannya nagari Bayur akan tetap menjadi nagari yang selalu menanamkan nilai-nilai adat, budaya, dan agama, katanya mengakhiri.



Informasi Serta Merta Lainnya

  • 01 Juni 2020

Surat Edaran Bupati Agam Nomor 823/Perindagkopukm/S.1/VI/2020 Tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Agam

Selengkapnya